Satu lagi fenomena hadir di kota Bandung ini memang terkenal dengan berbagai sensasinya, kalau sebelumnya anda kenal dengan istilah FO (Factory Outlet) yang cukup melambungkan kota kembang ini dalam urusan fashion yang trendi dengan harga miring, anda mungkin pernah juga mendengar nama “DISTRO” (Distribution Outlet) terutama sekali para kaula muda. Sama halnya dengan FO, Distro ini memang masih berurusan dengan fashion dan aksesorisnya, yang membedakannya adalah barang-barang yang dipasarkan adalah brand-brand lokal, tapi istimewanya diproduksi dalam edisi terbatas hingga sangat eksekutif dan tidak pasaran.
Jika anda ingin berpenampilan lain atau karena anda tidak begitu suka barang yang pasaran atau yang diproduksi secara mass-production, sebaiknya anda berkunjung ke tempat yang namanya Distro ini, yang bertebaran di kota Bandung. Salah satunya di Jatos, ada yang namanya Planet Distro,sesuai namanya tempat ini memang berisi berbagai counter Distro dengan berbagai brand lokal yang memasarkan aneka produk seperti T-shirt, kemeja, Jacket, jas, sepatu, sandal, ikat pinggang, aneka aksesoris dll. Banyak sekali pilihan untuk anda, terutama bagi kaula muda yang memang ingin tampil sedikit beda dan tidak pasaran.
Desember 28, 2007
Fenomena Baru di Kota Bandung
November 27, 2007
Layang-Layang
Bermain layang-layang bukan monopoli anak-anak. Orang dewasa, laki-laki dan perempuan rela berpanas-panas menerbangkan layang-layangnya setinggi mungkin. Model layang-layang pun semakin bervariasi, ada empat tali untuk berolahraga, rokaku (persegi enam), dua dimensi atau tiga dimensi dengan warna yang beragam.
Sebagian dari penggemar layang-layang pun mengukuhkan dirinya sebagai pemain profesional. Bermain layan-layang profesional berbeda dengan tradisional. Bahan layang-layang profesional menggunakan parasut yang tidak mudah robek dan tidak tembus angin, harganya juga lebih mahal.
Ada pula yang menggunakan tulang kerangka dari baja dan dapat dibongkar pasang, sedangkan layang-layang tradisional menggunakan bahan kertas dan tulangnya dari bahan bambu.
Penggemar layang-layang pun aktif mengikuti berbagai perlombaan baik skala nasional maupun internasional. Seperti Festival Layang-Layang Internasional 2007 di Pantai Carnaval, Ancol, yang diikuti kurang lebih 200 pelayang dari 15 provinsi dan delapan negara. Mengikuti lomba bagi mereka bertujuan untuk olahraga, bersosialisasi dan menyalurkan hobi. Kalau beruntung bisa menang dan memboyong hadiah.
Pesta Nikah Tengah Malam
Sebagai bagian dari gaya hidup, ritual pesta perkawinan pun memiliki tren. Kalau tren pada tahun-tahun sebelumnya hanya terkait dengan wariasi dekorasi pesta hingga pilihan tempat pesta, kini jam pelaksaan pesta pun mengalami perubahan.
Undangan menghadiri pesta perkawinan pada pukul 21.00 WIB hingga menjelang tengah malam, kini mulai marak dilaksanakan dikota besar. Alasan menyelenggarakan pesta di waktu yang tidak biasa itu beragam. Seperti, mengantisipasi jalanan yang macet, ingin menghadirkan suasana yang berbeda hingga untuk memisahkan antara tamu sang pengantin dengan tamu orang tua.
Konsep pesta pernikahan tengah malam pasti berbeda dengan pernikahan konvensional. Biasanya digelar di ruang terbuka dengan gaya semi formal. Mulai dari belly dancing, tari hula-hula hingga pelayan seksi, menjadi salah satu pilihan pesta tengah malam ini.
Ikan Koi
Apa yang menjadi daya tarik Nishikigoi atau ikan koi?
Ada yang terpikat karena gerakannya yang anggun, ada yang menganggapnya sebagai pereda stres, dan ada juga yang terpikat oleh warna-warnanya.
Ikan Koi disebut sebagai ‘permata di bawah air’ atau ‘ratu kolam ikan’.Ikan ini ditemukan di daerah pegunungan Niigata, jepang, 200 tahun lalu.
Di Indonesia kini bermunculan pencinta ikan koi, diiringi dengan berdirinya sejumlah klub seperti Zen Nippon Airinkai (ZNA), Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) dan Koi Owners of Indonesia-Society (KOI’S). Selain itu banyak juga lomba-lomba yang diadakan, seperti The 1st Jakarta International Koi Show.
Harga ikan koi sangat beragam tergantung dari asal ikan tersebut. Ikan koi lokal ada yang harganya mulai dari Rp.20.000,-, Rp.500.000,- sampai belasan juta. Sedangkan Ikan koi impor mulai dari Rp.1 juta sampai yang paling mahal Rp.120 juta, ikan koi Jepang ukuran jumbo.
Bisnis ini memang tidak mudah, selain menghabiskan uang yang banyak, ikan koi juga perlu pemeliharaan extra.